KIAT MENCEGAH PROSES PENUAAN OTAK
Fenny L. Yudiarto
Mardi Rahayu Hospital, Kudus – Jawa tengah
Life is a temporary victory over the causes of death
Abstract:
Aging is not same as a disease, but aging can stimulate some diseases such as: neurodegeneration, cancer and atherosclerosis. We can not prevent the aging, aging is a given. What we can do is slowing the rate of aging process to avoid the frailty or the impact of aging to achieve the longevity.
Many theories have been published to explain the aging process. Shortening the telomere and excessive free radical play an important role to stimulate DNA damage and genomic instability, also increase activity of oncogene.
Calorie restriction, exercise, resveratrol, statin, enough sleep, intake PUFA, vitamins B6, B12 and folic acid, PDE-5 inhibitor have been proved to delay the aging process.
Key words: Aging process, telomere, free radical, calorie restriction, statin, resveratrol
Pendahuluan
Penuaan adalah proses fisiologis yang terjadi pada mahluk hidup. Dengan bertambah majunya suatu negara dimana tingkat kesehatan semakin mapan maka akan terjadi lonjakkan tajam populasi usia di atas 60 tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh karena migrasi, peningkatan angka harapan hidup, dan penurunan angka kelahiran. Saat ini di USA 35 juta (13%) penduduk berusia > 65 tahun, tahun 2030 jumlah itu akan melonjak 2 kali lipat.
Usia tua adalah karunia Tuhan yang terindah, semua orang berkeinginan mempunyai umur panjang dan tetap sehat serta mempunyai kualitas hidup yang memadai. Apa artinya hidup apabila berumur panjang tapi sakit-sakitan dan pikun???
Banyak sekali iklan-iklan yang menjual produk antiaging, bahkan sekarang ada banyak sekali perkumpulan-perkumpulan antiaging di Indonesia akan tetapi sebagian besar memfokuskan pada penampilan fisik/lahiriah atau gangguan ereksi pada pria usia lanjut. Peran otak sebagai pusat regulasi semua sistem, pusat pemikiran, intelektual hampir terabaikan pada slogan-slogan antiaging. Apa artinya badan tegap dan tidak ada disfungsi ereksi pada pria, serta muka cantik tanpa keriput pada wanita, akan tetapi pikun, otak tidak dapat berfungsi dengan baik???
Ahli biologi telah mengetahui bahwa sel-sel kita dapat membelah sampai lebih dari 50 kali in vitro sebelum sel tersebut menjadi tua. Akan tetapi Leonard Hayflick seorang ahli genetik, berhasil mengisolasikan gen yang dapat mengakibatkan sel membelah sangat cepat, sehinga cepat menjadi senescent cells sebelum waktunya. Akan tetapi ada pula gen yang dapat menyebabkan sel dapat membelah hingga 100 kali sebelum sel itu menjadi tua.
Proses penuaan meliputi beberapa proses perubahan antara lain perubahan fisik, psikologik dan sosial. Menjadi tua bukan saja terlihat pada perubahan biologik akan tetapi juga disertai perubahan dalam cara pikir serta semakin berkembangnya kebijaksanaan.
Telah dikenal dikalangan masyarakat umumnya bahwa seseorang apabila berusia senja, maka akan menyandang 6 B yaitu, Bodo (penurunan fungsi memori), Buram (presbiop dan katarak), Budeg (istilah bahasa Jawa artinya tuli), Bongkok (osteoporosis), Beser (terutama pada laki-laki karena prostat hipertrofi) dan Buyuten (karena Parkinson). Dari ke 6 B tersebut ada 2 B yang sumbernya dari otak yaitu penurunan fungsi memori dan terjadinya penyakit Parkinson.
Semua manusia di dunia ini menginginkan umur panjang. ‘Umur panjang, sehat dan berkualitas’ adalah suatu goal yang harus dicapai oleh setiap insan di permukaan bumi ini, lebih dikenal dengan istilah succesful aging atau healthy aging ataupun optimal aging (Strawbridge et al., 2002).
(Health is an important concept, with very little chance of instant replay).
Untuk mencapai succesful aging, harus mengandung 3 komponen (Rowe et al., 1997, Diane et al., 2003):
- Bebas dari penyakit dan kecacatan.
- Memiliki kapasitas fungsi kognisi dan fisik yang tinggi.
- Mampu berinteraksi aktif dalam kehidupan, meliputi: perkawinan, cukup produktif, mampu berinteraksi sosial, memiliki hobi, olah raga serta kehidupan rohani yang seimbang.
Selain succesful aging, dikenal beberapa istilah ’tua’ (aging), yaitu:
- Chronological aging yaitu usia berdasarkan tahun kelahiran
- Social aging yaitu pengharapan dari lingkup sosial terhadap seseorang bagaimana harus
bersikap.
- Biological aging yaitu usia berdasar penampilan seseorang secara biologik.
(Chronological age is given, biological age is something we all may do something about)
Teori yang mendasari proses penuaan (http://www.hcoa.org/aging/process.htm dan http://en.wikipedia.org/wiki/Ageing)
Beberapa teori tentang proses penuaan, yaitu:
- Damage theory atau Free radical theory
Teori ini berdasarkan asumsi bahwa proses penuaan merupakan akibat dari penumpukkan radikal bebas. Oksigen radikal bebas berperan dalam terjadinya penyakit-penyakit cardiocerebrovaskuler, kanker dan penyakit neurodegeneratif.
- Programmed theory atau Aging clock theory
Teori ini mengemukakan bahwa usia sel itu telah terprogram. Misalnya usia sel pada manusia 120-130 tahun.
- Telomeres theory
Telomeres adalah tonjolan berbentuk topi yang berada di ujung kromosom. Setiap kali sel membelah telomer akan memendek, panjang telomer disebut juga sebagai ‘molecular clock’. Pada proses penuaan secara fisiologis, telomer sudah sangat pendek sehingga sel tidak mungkin lagi untuk membelah sehinga akhirnya sel tersebut akan mati atau mutasi. Leibel mengemukakan bahwa mereka dengan kelebihan berat badan (obesitas) akan memiliki telomer yang lebih pendek dibandingkan orang berat badan normal, terdapat keterkaitan antara kadar leptin dengan panjang telomer. Tim Spector dari St. Thomas Hospital di London mengemukakan bahwa merokok akan mengakibatkan biological age lebih tua 4.6 tahun dibandingkan dengan yang tidak merokok. Apabila merokok 20 batang/hari selama 40 tahun maka 7.6 tahun akan terlihat lebih tua. Hal ini diakibatkan telomer rusak oleh karena paparan radikal bebas yang sangat kuat.
Panjang telomere pada manusia berkisar dari beberapa kb sampai 10-15 kb. Panjang telomer juga dipengaruhi oleh gen, sebagai contohnya lekosit telomer orang African Amerika lebih panjang dibandingkan warga kulit putih Amerika (Hunt et al., 2008).
- Mitohormesis
Restriksi kalori telah dikenal sejak 1930 dapat mencegah proses penuaan, hal ini diterangkan oleh Sculz dkk bahwa penumpukan radikal bebas dalam mitokondria justru mengakibatkan sekunder induksi antioksidan (Schulz et al., 2007)
Fakta-fakta menunjukkan bahwa sistem dalam tubuh mencapat efisiensi maksimal pada usia 30 tahun kemudian secara pelahan akan mengalami penurunan. Apabila usia 30 tahun fungsi tubuh diasumsikan 100% efektif, maka (Sylvester Graham, http://www.therubins.com/aging/process.htm):
- Pompa jantung akan menurun efisiensinya sebesar 20% apabila seseorang mencapai usia 55 tahun.
- Fungsi ginjal berkurang sekitar 25% pada usia 55 tahun.
- Kapasitas inspirasi maksimal menurun sekitar 20% pada usia 55 tahun dan 60% pada usia 75 tahun.
- Basal metabolism rate akan menurun sekitar 10%.
Perubahan makroskopik dari otak karena proses penuaan
Studi post mortem dari otak manusia menunjukkan bahwa usia antara 30-50 tahun, otak akan mengecil 0.1-0.2%/tahun, kemudian akan mengerut lebih cepat dimana usia > 70 tahun otak akan mengecil 0.3-0.5%/tahun. Pengerutan ini relatif difus dan merata di substansia alba, akan tetapi berbeda di tiap regio pada substansia grisea dimana massa korteks frontal dan parietal akan lebih cepat mengecil dibandingkan dengan korteks temporal dan oksipital. Sistem ventrikular akan tampak membesar karena pengurangan volume otak, leptomeningen cenderung menebal disertai pelebaran ruang subarachnoid (Dekaban et al., 1978).
Perubahan mikroskopik dari otak karena proses penuaan
Penelitian secara mikroskopik menemukan adanya populasi neuron yang tidak berkurang jumlahnya akibat usia, yaitu neuron saraf kranial (Esiri., 1994). Sedangkan korteks serebral, hipokampus dan sel purkinye serebellar adalah yang paling berkurang akibat bertambahnya usia (Henderson et al., 1980). Ukuran sel saraf juga mengecil, hal ini disebabkan karena berkurangnya cabang-cabang akson dan pengerutan dendritic spines (Jacobs et al., 1997).
Beberapa gambaran mikroskopis yang terjadi pada otak usia tua (Esiri., 2007):
· Peningkatan jumlah corpora amylacea yang terletak sekitar pembuluh darah dekat dengan permukaan piamater dan ependimal.
· Peningkatan jumlah zat besi (Fe) di otak, hal ini menunjukkan suatu Fe reaktif yang dapat memicu stres oksidatif.
· Peningkatan glycation dan produk-produknya.
· Peningkatan jumlah dan ukuran astrosit dan mikroglia.
· Peningkatan konsentrasi lipofuscin di neuron. Lipofuscin adalah produk degradasi dari lisosomal, yang berhubungan dengan proses autofagi.
· Peningkatan penumpukan melanin pada substansia nigra
Perubahan seluler dan molekuler pada usia tua
Faktor penting yang berperan dalam proses penuaan pada otak diakibatkan:
1. Karena neuron membutuhkan enersi cukup besar dalam menjalankan fungsinya, hal ini disebabkan karena (Toescu., 2005):
- Ukuran dari neuron dimana permukaan membran yang luas dan transport molekul yang membutuhkan enersi yang besar.
- Aktivitas elektrik untuk transmisi menggunakan ion gradient sangat membutuhkan enersi yang cukup besar.
Aktivitas mitokondria untuk metabolisme oksidatif akan membentuk sejumlah radikal bebas yang mempunyai kapasitas merusak protein, asam nukleat dan lipid. Kerusakan DNA akan mengurangi ekspresi gen atau membentuk abnormal protein. Beberapa gen yang penting seperti untuk aktivitas sinaptik, plastisitas, fungsi mitokondrial, kalsium homeostasis ternyata ekspresinya berkurang pada usia tua, sebaliknya gen untuk protein folding, respons stres, respons inflamasi dan defens antioksidan justru meningkat.
Defens antioksidan di otak relatif rendah, sebaliknya otak mengandung prooksidan ferrum (Fe) dan asam lemak tidak jenuh. Hal ini mengakibatkan otak rentan terhadap kerusakan akibat peroksidasi (Floyd et al., 2002).
Perubahan protein, lipid dan asam nukleat pada usia tua mengakibatkan pembentukan advance glycation end-products (AGEs). Perlekatan AGEs dengan reseptor RAGE akan mengakibatkan stres oksidatif. Hal ini berperan penting untuk terjadinya neurodegenerasi pada usia tua (Chen et al., 2004).
2. Disregulasi kalsium
Pada usia tua, efisiensi mitokondria menurun, disertai dengan depolarisasi yang persisten sehingga masuknya Ca2+ secara gradient tidak dapat diambil oleh mitokondria, akibatnya terjadi peningkatan Ca2+ intraselular, dan merangsang NMDA reseptor dari glutamat yang mengakibatkan semakin banyak Ca2+ masuk ke dalam sel. Hal ini nantinya akan mengaktifkan calsium-activated proteases (Caspases), yang dapat mengakibatkan kematian sel.(Gilman et al., 2002).
3. Gen yang mempengaruhi proses penuaan otak
2 gen yang berpengaruh terhadap terjadinya successful aging adalah apolipoprotein E (ApoE) dan gen prion protein PRNP (Kachiwala et al., 2005). Apo E mempunyai 3 isoform e2, e3 dan e4. e2 adalah isoform yang jarang, biasanya berhubungan dengan successful aging dan proteksi terhadap Alzheimer dementia (AD). e4 sangat banyak ditemukan, dan berhubungan dengan late onset of AD (Deary et al., 2004).
Gen-gen lain yang juga berperan dalam proses penuaan antara lain: gen yang terlibat dalam insulin signalling (Wolkow., 2002), DNA dan protein methylation dan acetylation (Mattson., 2003), DNA repair (Kyng et al., 2005) dan metabolisme lipid (Yehuda et al., 2002), P53 dan p16INK4a (Finkel et al., 2007).
Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan proses penuaan otak (Campri et al., 2007)
- Telomere-dependent senescence
- DNA-damage initiated senescence
- Akibat kromatin pertubasi: zat-zat yang mengandung histone deacetylase inhibition (HDAi)akan merangsang pembentukan euchromatin dan merangsang proses penuaan.
- Rangsangan dari onkogen
- Akibat stres dan induksi yang lain, contohnya toksin yang berasal dari lingkungan
Toxin lingkungan seperti pestisida, CO2, freon, ultraviolet dan lain-lain berperan untuk meningkatkan kandungan radikal bebas dalam tubuh manusia. Pestisida rotenone dan herbisida paraquat berperan untuk pencetus timbulnya penyakit Parkinson (Di Monte., 2003).
Apa yang akan terjadi bila sel kita mengalami penuaan?
Terdapat 3 kategori penyakit yang sering diderita manula: kanker, gangguan vaskuler, baik kardio maupun serebrovaskuler dan neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson, Alzheimer dan lain-lain.
Proses penuaan secara biomolekuler akan ditemukan penumpukan senescent cells dan DNA-damage response (DDR) di dalam sel progenitor maupun pada sel yang berdiferensiasi. DDR marker sangat berkaitan dengan telomeres, apabila telomere memendek sampai batas tertentu maka akan mengaktifkan DDR. Dengan adanya DDR maka sel akan mengalami permanent cell-cycle arrest jadi tetap viable (Fagana., 2008).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senescent cells dapat disebabkan tidak hanya akibat expresi dari telomerase akan tetapi juga oleh stres oksidatif yang berlebihan ataupun aktivasi dari oncogene. Aktivasi oncogene akan merangsang expresi DDR dan aberrantly active signal transduction pathway, yang akan mengakibatkan ketidakstabilan gen, kemudian akan merangsang Ras atau expresi MYC. Expresi Ras akan diikuti dengan peningkatan kadar CDC6 yang merupakan regulator DNA replikasi. Di lain pihak senescent cells pada tipe sel tertentu misalnya sel fibroblast, mempunyai sifat kebal atau resisten terhadap apoptotic signalling, sehingga sel tersebut akan tumbuh berlebihan (Campisi et al., 2007). Terdapat 2 protein yang berperan dalam timbulnya sel kanker, yaitu P53 suatu tumor supresor dan p16INK4a suatu biomarker dari proses aging. P53 akan merangsang mekanisme otofagi terhadap protein-protein atau organel yang telah rusak, apabila P53 tidak bekerja dengan baik akibat ketidak stabilan gen atau radikal bebas yang berlebihan, maka protein tersebut akan bermutasi menjadi sel kanker (Finkel et al., 2007).
Expresi P16-dependent senescence sudah mulai ditemukan pada usia 45 tahun. P16 mempunyai 3 sifat penting menghambat neurogenesis, haematopoiesis dan fungsi pankreas. Hal ini berkaitan dengan timbulnya penurunan fungsi memori, penurunan fungsi sumsum tulang dan timbulnya diabetes type II pada usia lanjut (Krisnamurthy et al., 2006).
Beberapa faktor dan obat-obat yang dapat digunakan sebagai antiaging, antara lain:
1. Restriksi kalori
Diit adalah faktor lingkungan yang berperan penting untuk mencegah proses penuaan. Pembatasan asupan kalori akan mengakibatkan enersi dialihkan untuk mempertahankan fungsi sel dan memperbaiki kerusakan sel serta mengurangi produksi radikal bebas (Merry., 2002, Martin et al., 2006). Menurut penelitian Bishop et al (2007) pada C.elegans, kalori restriksi dapat meningkatkan respirasi dan metabolisme pada jaringan perifer sehingga dapat meningkatkan kemampuan hidupnya (Bishop et al., 2007). Efek dari kalori restriksi adalah: mengurangi produksi radikal bebas, memperbaiki kerusakan sel, meningkatkan kadar BDNF dan menekan expresi gen penuaan (Prolla et al ., 2001)
2. Olah raga, exercise yang teratur dapat menghambat pemendekan telomer (Cotman., 2002)
3. Pendidikan yang berkelanjutan (Shenkin., 2003, Staff., 2004)
4. Rangsangan kognisi (Lazarov., 2005)
5. Peningkatan asupan polyunsaturated fatty acids, seperti Omega 3 (Kyle., 2002)
6. Vitamin B6, B12 dan asam folat (Elias., 2006).
7. Meditasi (Khalsa., 1998)
8. Cukup tidur
Kurang tidur akan meningkatkan radikal bebas dan juga mengakibatkan menurunnya produksi growth hormon. Pada usai tua terjadi penurunan produksi melatonin yang mengakibatkan proses tidur kurang berkualitas, hal ini akan mengakibatkan gangguan konsentrasi dan penurunan fungsi memori (Karasek., 2004).
9. Statin
Statin dapat meningkatkan eNOS, menghambat respon inflamasi, mempunyai efek antioksidan, memperbaiki fungsi endotel, dan menurunkan aktivasi platelet. Pada Alzheimer, terjadinya komplex beta amyloid dan Cu2+ merupakan katalisator dari H2O2 yang merupakan hasil dari oksidasi cholesterol. Baik H2O2 dan kompleks Ab-Cu sangat berperan terjadinya degenerasi sel (Puglielli et al., 2005, DeKosky., 2005). Penelitian secara klinis menunjukkan bahwa atorvastatin bermakna untuk penderita Alzheimer serta dapat memperbaiki fungsi kognisi (Spark et al., 2006, Parale et al., 2005).
10. Mengkonsumsi wine, karena kulit dan biji anggur mengandung resveratrol (3,5,4-trihydroxystilbene) yang dapat meningkatkan sensitivitas dari insulin, menurunkan insulin-like growth factor-1 (IGF-1), meningkatkan AMP-activated protein kinase (AMPK) dan peroxisome proliferator-activated receptor-gcoactivator1a (PGC-1a), serta meningkatkan aktivitas mitokhondria (Baur etal., 2007).
11. Sildenafil, suatu PDE-5-inhibitor dapat meningkatkan plasma nitrik oksida (NO), cAMP, menghambat hidrolisis cGMP, merangsang forforilai Akt (Li et al., 2007).
Favorite marker untuk proses penuaan (Weale., 2005):
- Tekanan darah sistolik
- Hb
- Kapasitas paru-paru
- Serum profil lipid
- Hs-CRP
- Hormon: Estrogen, Testosteron, DHEA, Melatonin, Growth Hormon, Tiroid
- Pemeriksaan status antioksidan: SAT, SOD, Gluthation Peroksidase
- Densitas lensa mata
- Pemeriksaan telomere pada tulang rawan
(DHEA: Dehidroepiandrosteron, SAT: Status Antioksidan Total, SOD: Superoxide Dismutase)
Kesimpulan:
Menjadi succesful aging merupakan impian setiap individu, pemendekan telomer dan penumpukan radikal bebas akan mengakibatkan kerusakan DNA yang berakibat terjadinya ketidak stabilan gen, antara lain gen P53 suatu tumor supressor dan p16. Ketidak stabilan gen, demetilasi dan deasetilasi dari gen akan berperan untuk terjadinya penyakit-penyakit usia tua seperti neurodegenerasi, cerebrovascular dan kanker.
Kalori restriksi, olah raga, statin, segelas anggur, vitamin B6, B12 dan asam folat serta tidak merokok akan banyak membantu untuk mengurangi dampak akibat proses penuaan.
Beberapa tip-tip untuk menjadi succesful aging:
- Olah raga 3-5 kali/minggu
- Diit rendah lemak
- Mempertahankan berat badan
- Mempertahankan tekanan darah dalam batas normal
- Tidak merokok
- Konsumsi alkohol dalam dosis moderat
- Mempunyai teman-teman untuk berbagi suka dan duka
- Mempertahankan tingkah laku positif
- Berwawasan ke depan
- Tetap aktif dalam memperlajari sesuatu yang baru.
- Mendekatkan diri kepada Tuhan
Daftar Pustaka
Baur JA, Pearson KJ, Price NL, Jamieson HA, Lerin C, Kalra A et al, 2006. Resveratrol improves health and survival of mice on high-calorie diet. Nature collections: aging. 444: 21-6.
Bishop NA, Guarente L, 2007. Two neurons mediate diet-restriction-induced longevity in C elegans. Nature collections: aging. 447:39-43.
Campisi J, Fagagna FD, 2007. Cellular senescence: when bad things happen to good cells. Nature Rev Mol cell Biol. 8: 729-40.
Chen F, Wollmer MA, Hoerndli F, Munch G, Kuhla B, Rogaev EI et al, 2004. Role for glyxalase I in alzheimer’s disease. Proc Natl Acad Sci USA 101: 7687-92.
Cotman CW, Berchtold NC, 2002. Exercise: a Behavioral intervention to enhance brain health and plasticity. Trends Neurosci 25: 295-301
Deary IJ, Whiteman MC, Pattie A, Starr JM, Hayward C, Wright AF et al, 2004. ApoE gene variability and cognitive functions at age 79: a follow up of the Scottish mental survey of 1932. 19: 367-71.
DeKosky ST, 2005. Statin therapy in the treatment of Alzheimer disease: what is the rationale? Am J Med 118 (Suppl 12A): 48-53.
Dekaban AS, 1978. Changes in brain weights during the span of human life: relation of brain weights to body height and body weights. Ann Neurol 4:345-6.
Diane F. Gilmer; Aldwin, Carolyn M, 2003. Health, illness, and optimal aging: biological and psychosocial perspectives. Thousand Oaks: Sage Publications.
Di Monte DA, 2003. the environment and Parkinson’s disease: is the nigrostriatal system preferentially targeted by neurotoxin?. Lancet Neurol 2:531-8.
Elias MF, Robbins MA, Budge MM, Elias PK, Brennan SL, Johston C et al, 2006. Homocystein, folate and vit B6 and B12 blood levels in relation to cognitive performance: the Maine-Syracuse study: Psychosom Med 68:547-54.
Esiri MM, 1994. Dementia and norml aging: neuropathology. In: Dementia and normal aging. Huppert F, Brayne C, O’Connor D (eds). Cambridge University Press: Cambrigde pp: 385-436.
Esiri MM, 2007. Ageing and the brain. J Pathology 211:181-7.
Fagagna FD, 2008. Living on a break: Cellular senescence as DNA-damage response. Nature Rev Neurosci 8:S12-S22.
Finkel T, Serrano M, Blasco MA, 2007. The common biology of cancer and aging. Nature collections on Aging 448:5-12.
Floyd RA, Hensley K, 2002. Oxidative stress in brain aging. Implication for therapeutics of neurodegenerative diseases. Neurobiol Aging 23: 795-807.
Gilman CP, Mattson MP, 2002. Do apoptotic mechanism regulate synaptic plasticity and growth-cone motility? Neuromol Med 2: 197-214.
Hunt SC, Chen W, Gardner JP, Kimura M, Srinivasan SR, Eckfeldt JH, 2008. Leucocyte telomeres are longer in African Americans than in white: the National heart, lung, blood institute family heart study and Bogalusa study. Aging cell 2: 1-8.
Henderson G, Tomlinson BE, Gibson PH, 1980. Cell counts in human cerebral cortex in normal adults throughtout life using an image analyzing computer. J Neurol Sci 46: 113-36.
http://en.wikipedia.org/wiki/Ageing
http://www.hcoa.org/aging/process.htm
Jacobs B, Driscoll L, Schall M, 1997. Life-span dendritic and spine changes in areas 10 and 18 of human cortex: a quantitative Golgi study. J Comp Neurol 386: 661-80.
Kachiwala SJ, Harris SE, Wright AF, Haywaed C, Starr JM, Whalley LJ et al, 2005. Genetic influences on oxidative stress and their association with normal cognitive aging. Neurosci Lett 386: 116-20.
Karasek M, 2004. Melatonin, human aging, age related diseases. Exp Gorontol 39(11-12):1723-9.
Khalsa DS, 1998. Integrated medicine and the prevention reversal of memory loss. Altern Ther Helath Med 4(6):38-43.
Kyle D, 2002. The role of docosahexaenoic acid in the evolution and function of the human brain. In: Skinner E (ed). Brain Lipids and Disorders in Biological Psychiatry. Elsevier Science: Amsterdam 1-22.
Kyng KJ, Bohr VA, 2005. Gene expression and DNA repair in progeroid syndromes and human aging. Ageing Res Rev 4: 579-602.
Krishnamurthy J et al, 2006. P16 induces an age dependent decline in islet regenerative potential. Nature 43: 453-7.
Lazarov O, Robinson J, Tang YP, Hairston IS, Korade-Mimics Z, Lee VM et al, 2005. Environmental enrichment reduces a beta levels and amyloid deposition in transgenic mice. Cell 120:701-13.
Li L, Jiang Q, Zhang L, ding GL, Zhang ZG, Li QJ et al, 2007. Angiogenesis and improved CBF in the ischemic boundary area detected by MRI after administration sildenafil to rats with embolic stroke. Brain Res 1132:185-92.
Martin B, Mattson MP, Maudsley S, 2006. Caloric restriction and intermittent tasting: two potential diets for successful brain aging. Aging Research Rev 5: 332-53.
Mattson MP, 2003. Methylation and acetylation in nervus system development and neurodegenerative disorders. Ageing Res Rev 2: 329-42.
Merry BJ, 2002. Molecular mechanism linking caloric restriction and longevity. Int J Biochem Cell Biol 34: 1340-54.
Parale GP, Baheti NN, Kulkarin PM, Panchal NV, 2005. ffects of atorvastatin on higher functions. Eur J Clin Pharmacol.
Prolla TA, Mattson MP, 2001. Molecular mechanisms of brain aging and neurodegenerative disorders: lessons from dietary restriction. Trends Neurosci 24(11Suppl):S21-31.
Puglielli L, Friedlich AL, Setchell KDR, Nagano S, Opazo C, Cherny RA, 2005. Alzheimer disease beta amyloid activity mimics cholesterol oxidase. J Clin Investigation 115(9):2556-63.
Rowe JW, Kahn RL, 1997. Successful aging. Gerontologist 37 (4): 433–40.
Schulz TJ, Zarse K, Voigt A, Urban N, Birringer M, Ristow M, 2007. Glucose restriction extends Caenorhabditis elegans life span by inducing mitochondrial respiration and increasing oxidative stress. Cell Metab. 6 (4): 280–93.
Shenkin SD, Bastin ME, MacGillivary TJ, Deary IJ, Starr JM, Wardlaw JM, 2003. Childhood and current cognitive function in healthy 80 years olds: a DT-MRI study. NeuroReport 14:345-9.
Spark DL, Connor DJ, Sabbagh MN, Petersen RB. Lopez J, Browne P et al, 2006. Circulating cholesterol levels apolipoprotein E genotype and dementia severity influence the benefit of atorvastatin treatment in AD: results of the Alzheimer’s Disease Cholesterol-Lowering Treatment (ADCLT) trial. Acta neurol Scand 114(Suppl 185):3-7.
Staff RT, Murray AD, Deary IJ, Whalley IJ, 2004. What provides cerebral reserve? Brain 127:1191-9.
Strawbridge WJ, Wallhagen MI, Cohen RD, 2002. Successful aging and well-being: self-rated compared with Rowe and Kahn. Gerontologist 42 (6): 727–33.
Sylvester Graham, (http://www.therubins.com/aging/process.htm)
Toescu EC, 2005. Normal brain ageing models and mechanisms. Phil Trans R Soc Lond B Biol Sci 360: 2347-54.
Weale R., 2005. A note on age-related biomarkers. J Gerontol A Biol Sci Med Sci. 60(1):35-8
Wolkow CA, 2002. Life span: getting the signal from the nervous system. Trends Neurosci 25: 212-6.
Yehuda S, Robinovitz S, Carasso RL, Mostofsky DI, 2002. The role o polyunsaturated fatty acids in restoring the aging neuronal membrane. Neurobiol Aging 23: 843-53.